Minggu, 16 Oktober 2011

GAMBARAN UMUM TERBENTUKNYA Lembaga Sahabat Belajar

GAMBARAN UMUM TERBENTUKNYA Lembaga Sahabat Belajar

1. Latar Belakang

Lembaga Bimbingan Belajar merupakan suatu kebutuhan bagi pelajar di Indonesia khususnya di kota-kota besar. Sampai saat ini telah berkembang berbagai lembaga bimbingan belajar seperti Primagama, Sony Sugema College, Ganesha Operation, Nurul Fikri, Adzkia, Medica, BTA 8, BTA 70, Bintang Pelajar dan lainnya.
Lembaga bimbingan belajar di Kalimantan Selatan juga berkembang pesat. Dengan jumlah siswa lebih dari 57 ribu orang, lembaga bimbingan belajar seakan tidak takut kekurangan siswa. Di kota Banjarbaru dan Martapura sendiri telah berkembang berbagai lembaga bimbingan belajar seperti Primagama, IMYCo College, MaxBrain, Global School, Amanah, dan lembaga bimbingan belajar lainnya. Namun jumlah lembaga bimbingan belajar tersebut masih jauh lebih sedikit dibandingkan dengan potensi pasar yang ada. Sehingga, peluang pendirian lembaga bimbingan belajar yang baru di Kab.Banjar dan Banjarbaru masih terbuka lebar.
Mengenai permasalahan di atas, maka kami tertarik untuk melakukan studi kelayakan usaha dalam bidang jasa pendidikan yaitu pendirian lembaga bimbingan belajar dan privat khususnya di kota Martapura. Walaupun jumlah personil masih terbatas dan bahkan hasil rekruting mentor dari lingkungan mitra kuliah (teman di perkuliahan) masih ditingkatkan tetapi nantinya sejalan dengan perkembangan perusahaan/lembaga, maka harus ada perubahan baik system rekruting, jumlah personal dan stratifikasi serta kualifikasi tenaga yang dibutuhkan. Mengingat potensi usaha yang sangat menjanjikan jika dijalankan. Karena kebutuhan akan bimbingan belajar maupun privat akan selalu dibutuhkan oleh kalangan siswa dalam proses belajarnya dan akan selalu bertambah anggotanya. Serta angsuran bulanan yang dibayar oleh anggota bimbel dan privat akan menjadi modal usaha yang dapat digunakan untuk perkembangan dan peningkatan manajemen lembaga dan SDM yang ada. Dan bantuan dana dari donator maupun pemerintah yang rencana nya akan kami gunakan untuk kepentingan dan kebutuhan penunjang bimbel dan publikasi serta peningkatan manajemen SDM sehingga dana tersebut akan kami gunakan se efektif mungkin.


2. Sekilas tentang Bimbingan Sahabat Belajar pada Masa Lalu.

Bermula dari 3 orang (Imam Muttaqien, A.Bajarmi & M.Syarif) Alumni dari Madrasah Aliyah Negeri 2 Martapura, Kab.Banjar angkatan 2009/2010. Mereka berfikir bagaimana caranya mencari pekerjaan sampingan? Lalu muncullah ide untuk membuka bimbingan belajar atas usulan Imam muttaqien, kemudian usulan tersebut langsung di respon baik oleh mereka, dan akhirnya mereka pun mencari anggota untuk saling bekerja sama membentuk sebuah layanan bimbingan belajar. Kemudian mereka mengajak rekan lagi (Ismah & Nurulita Aulia) untuk membentuk sebuah lembaga dibidang pendidikan. Kemudian mereka juga berkonsultasi dengan (Husin,S.Pd.I) Guru B.Inggris mereka yang nantinya akan mereka libatkan sebagai ketua dalam lembaga yang akan dibentuk. Mereka juga sempat berkonsultasi dengan rekan bimbel Max Brain untuk mengetahui usulan pembentukan lembaga bimbel yang akan mereka bentuk nantinya. Seiring berjalannnya waktu, rencana untuk membentuk lembaga bimbel ini juga didukung oleh orang tua masing-masing dan rekan terdekat lainnya. Bahkan Syarif bersedia meminjamkan alokasi tempat sementara untuk kegiatan bimbel dan pengelolaannya, seperti ijin operasional tempat dan administrasi lainnya.

Kemudian pada tanggal 17 Juli 2010 terbentuklah sebuah lembaga bimbingan belajar / Privat yang diberi nama “Sahabat Belajar”. Bimbel ini memulai gerakannya di bidang pendidikan dengan menggarap siswa sekolah dasar SD & SMP dengan Alokasi Sementara : Jl. Sekumpul No.17 Martapura RW.03/RW.01, dipinggiran jalan yang strategis dan ramai dilewati masyarakat setempat.
Dengan struktur kepengurusan diketuai oleh Guru B.Inggris mereka (Husin,S.Pd.I) yang juga sebagai staf pengajar, M. Syarif sebagai Pengelola sekaligus Sekretaris 1, Ismah sebagai Bendahara 2 sekaligus staf pengajar IPA & Fisika, A. Bajarmi sebagai Bendahara 1 sekaligus staf pengajar Matematika, Imam Muttaqien sebagai Wakil & staf pengajar IPA, Nurulita Aulia sebagai sekertaris 2 & staf pengajar B.Indonesia.

Singkat cerita, segala masukan, kritik, saran & dukungan yang telah diberikan dari berbagai kalangan terdekat membuat niat untuk memajukan lembaga bimbel semakin tinggi. Bermacam respon atau tanggapan muncul dari kalangan terdekat dan masyarakat tentang kehadiran Lembaga Pendidikan “Sahabat Belajar”. Tanggapan tersebut kami respon secara positif , bahwa itulah bagian dari proses pendewasan diri kami nantinya. Sejak saat itulah kami harus berbenah untuk lebih memberi arti kepada dunia pendidikan khususnya di Kalimantan Selatan.

0 komentar:

Posting Komentar